doktersehat kondom setelah menikah
photo credit: Freepik

DokterSehat.Com – Selama ini kondom selalu digunakan oleh pasangan yang hanya menjalin hubungan jangka pendek atau untuk casual sex saja. Selebihnya, kondom hanya bermanfaat untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sehingga pasangan tidak perlu takut kebobolan karena seks yang dilakukan berisiko.

Pada pasangan yang belum menikah mungkin kondom sangat dibutuhkan khususnya mereka yang suka berganti pasangan. Namun, pada pasangan yang sudah menikah, apakah kondom masih tetap dibutuhkan untuk keberlangsungan aktivitas seks?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa poin yang harus perhatikan dahulu. Kondom bisa dipakai atau tidak kalau memenuhi beberapa kondisi di bawah ini. Setelah memahami kondisinya Anda akan tahu apakah kondom bisa tetap dipakai atau tidak.

  1. Sudah memiliki keturunan yang cukup

Kalau pasangan sudah memiliki keturunan yang cukup misal dua anak, kondom wajib digunakan untuk aktivitas seks. Dengan menggunakan kondom, pasangan tidak akan mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dan berisiko pada wanita, misal karena usia sudah tua sehingga tidak disarankan untuk hamil lagi.

Kalau pasangan sudah memiliki keturunan yang cukup dan tidak bisa melakukan KB hormonal karena berisiko pada wanita, kondom wajib dipakai untuk membuat aktivitas seks yang dilakukan oleh pasangan berjalan dengan lancar dan tanpa ada risiko pembuahan yang dihindari.

  1. Mengalami gangguan pada penis

Pria disarankan untuk mengenakan kondom kalau mengalami gangguan ejakulasi dini. Kondisi yang menyebabkan pria jadi mudah “keluar”ini disebabkan oleh kondisi kesehatan secara menyeluruh dan karena hipersensitif pada bagian ujung atau kepala penis.

Kondisi sensitivitas yang terlalu besar ini menyebabkan rangsangan yang diterima penis terlalu besar. Untuk mengurangi sensitivitas pria dan mendapatkan seks yang jauh lebih lama, kondom digunakan untuk senjata. Kondom akan mengurangi rangsangan pada penis sehingga ejakulasi bisa sedikit ditunda.

  1. Memiliki penyakit menular seksual

Sebelum menikah biasanya pasangan akan memeriksakan kesehatan dirinya untuk diketahui ada atau tidaknya penyakit yang dimiliki. Kalau tidak ada penyakit bawaan yang dimiliki mungkin pemakaian kondom bisa diabakan. Terlebih kalau pasangan ingin memiliki momongan secepat mungkin.

Kalau salah satu pasangan memiliki penyakit menular seksual, aktivitas seks mungkin bisa dilakukan dengan kondom dahulu. Kalau penyakit sudah bisa disembuhkan, seks baru boleh dilakukan tanpa menggunakan kondom sehingga proses memiliki momongan bisa berjalan dengan baik.

  1. Pasangan tidak bisa melakukan seks oral

Seks oral adalah salah satu jenis aktivitas seksual yang dilakukan untuk pemanasan. Seks jenis ini memberikan kenikmatan pada pasangan meski tidak semua orang bisa melakukannya. Ada wanita yang tidak bisa memberikan seks oral pasca pasangannya karena merasa jijik hingga merasa ingin muntah.

Agar seks oral bisa berjalan dengan lancar dan pasangan sama-sama mendapatkan kenikmatan, kondom dibutuhkan. Saat ini ada banyak sekali kondom yang memiliki rasa dan aroma buah-buahan. Dengan menggunakan kondom jenis ini, aktivitas ranjang bisa berjalan dengan lancar.

  1. Seks saat menstruasi atau hamil

Ada kalanya seks dilakukan pasangan saat wanita mengalami menstruasi atau sedang hamil. Seks pada saat menstruasi boleh dilakukan asal menggunakan kondom. Penggunaan kondom dilakukan untuk menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual.

Lebih lanjut kalau wanita sedang hamil, seks harus menggunakan kondom untuk menghindari gangguan pada janin atau infeksi yang terjadi pada vagina. Daripada terjadi apa-apa pada kehamilan, lebih baik waspada sejak awal.

Nah, sudah bisa menyimpulkan sendiri bukan kapan saat menggunakan kondom dan tidak? Anda bisa membicarakan masalah kondom ini dengan pasangan agar memiliki pemahaman yang sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here