4 dari 10 kasus kanker di muka bumi ini sebenarnya masih bisa dicegah. Mencegah kanker sendiri juga bisa dilakukan dengan beberapa cara sederhana. Dengan merubah gaya hidup secara menyeluruh, menjauh dari pemicu kanker. Karena lebih dari 60% penyebab kanker adalah gaya hidup kita yang tidak sehat.

Anda disarankan untuk merubah gaya hidup dan pola makan seperti dengan menambah lebih banyak produk ikan ikanan, sayur dan buah seperti berry, noni, semangka dan lain sebagainya.

Tetapi mencegah kanker lebih dari sekedar itu, Anda harus melakukan langkah besar dengan berhenti menjalankan kebiasaan buruk yang menjadi pemicu kanker

Itulah yang akan kita ulas kali ini. kita akan mencoba melihat apa saja kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda hentikan mulai dari sekarang demi mensukseskan program Anda dalam mencegah kanker.

Kebiasaan Buruk Penyebab Kanker

Ada banyak kebiasaan buruk yang selama ini kita anggap biasa dan normal, tetapi sebenarnya menjadi pemicu kanker. Kadang kita bahkan tidak menyadari bahwa ini adalah penyebab kanker yang membahayakan bagi kita.

Berikut adalah beberapa hal yang kadang demikian sering kita lakukan dan tanpa sadar itu adalah kebiasaan buruk yang dapat menjadi pemicu kanker.

Meletakan ponsel pada saku

Meletakan ponsel pada saku ternyata bisa menjadi penyebab kanker. Ini sudah tentu tidak asing di telinga Anda, dan kadang beberapa kali Anda mendengar bantahannya. Tetapi untuk Anda ketahui ini sama sekali bukan mitos.

Dalam pandangan konvensional, resiko tertinggi dari efek radiasi ponsel adalah otak, mengingat kita meletakan ponsel di dekat kepala ketika kita melakukan panggilan telepon. Tetapi faktanya penggunaan ponsel untuk menelepon hanya bagian kecil dari penggunaan ponsel.

Pada umumnya orang hanya berbicara selama 10 menit di telepon. Tidak cukup waktu dan tidak cukup banyak paparan yang dapat memicu kanker. Dan ini menyebabkan sejumlah pakar melihat efek ponsel sebagai penyebab kanker relatif rendah.

Sebenarnya tingkat radiasi dari ponsel tidak tinggi sebagaimana dijelaskan dalam Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine tahun 2016. Resiko relatif rendah selama penggunaan wajar dan penyimpanan di area yang aman, seperti pada tas.

Tetapi akan berbeda bila Anda terbiasa menyimpan ponsel Anda pada saku, baik saku celana maupun saku baju. Anda bisa mendapatkan paparan radiasi berjam jam tanpa Anda sadari. Apalagi di era sekarang ponsel diam  akan tetap memancarkan sinyal kuat untuk mensuport kebutuhan online.

 Sejumlah kasus kanker payudara dan kanker prostat adalah contoh pengaruh buruk dari kebiasaan meletakan ponsel pada saku. Radiasi yang muncul memicu kerusakan jaringan pada organ yang berada dekat dengan saku Anda.

Gemar mengonsumsi makanan panggang

Menikmati makanan panggang memang selalu menggugah selera. Tidak heran kalau kita demikian menggemari barbeque, sate atau steak sebagai hidangan istimewa. Hanya sebaiknya Anda mulai berhati-hati, karena kebiasan menyantap makanan yang dipanggang dan dibakar bisa menjadi pemicu kanker.

Ketika makanan dipanggang atau dibakar, makanan akan terpapar temperatur tinggi. temperatur tinggi inilah yang akan memicu munculnya senyawa kimia penyebab kanker yakni Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Hromatic hydrocarbons (PAHs).

Kedua senyawa ini bersifat karsinogen dan memicu efek oksidasi terhadap sel dan mendorong DNA untuk bermutasi. sebagaimana dijelaskan pada jurnal Carcinogenesis tahun 1991.

Menurut sumber  American Journal of Clinical Nutrition tahun 2014, pemanasan makanan dalam suhu tinggi termasuk di dalamnya dengan metode panggang, bakar hingga goreng dapat memicu kanker, seperti kanker kolorektal, kanker kolon, kanker pankreas, kanker prostat dan lain sebagainya.

Mengonsumsi daging dagingan dengan pengolahan dalam suhu sedang dan rendah, pemberian bumbu dengan herbal dan tambahan sayuran dalam menu dapat membantu meredam efek samping dan mencegah kanker

Membakar sampah

Bila membakar makanan terutama daging dagingan dapat memicu pembentukan senyawa karsinogen, maka membakar sampah dan memberi polusi udara bagi lingkungan juga bukan kebiasaan yang baik untuk mencegah kanker.

Bahkan pedagang daging panggang di Cina saja memiliki resiko tinggi terhadap kanker, sebagaimana dijelaskan dalam The American Association for Cancer Research tahun 2000.

penyebab kanker - pemicu kanker - mencegah kanker

Sumber: Free Images

Ini karena asap yang dihasilkan dari segala jenis proses pembakaran mengandung unsur karsinogen yang berbahaya. Termasuk asap yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah.

Menurut Malikussaleh Industrial Engineering Journal tahun 2013, dalam asap pembakaran terdapat senyawa-senyawa toksin yang sangat beragam. Berasal dari proses pemanasan tinggi terhadap unsur plastik, kertas, bahan organik, unsur logam dan lain sebagainya. Perpaduan sejumlah unsur karsinogen ini dapat menjadi pemicu kanker.

Beberapa efek samping dari kebiasaan menghirup asap dari pembakaran sampah adalah kasus kanker nasofaring, kanker tenggorokan dan kanker paru paru. Kebiasaan ini tidak lebih baik dari kebiasaan merokok atau menjadi perkokok pasif.

Terlalu banyak duduk

Menjadi pekerja di belakang meja adalah pekerjaan yang paling banyak dijalankan. Tetapi tahukah bahwa pekerjaan yang sepertinya tanpa resiko fisik ini malah menjadi penyebab kanker.

Berdasar laporan the Journal of the National Cancer Institute tahun 2014,  bahwa terlalu lama duduk dapat meningkatkan resiko kanker hingga 66%. Prosentasi relatif sangat tinggi untuk aktivitas yang sepintas tanpa resiko.

Kebiasaan duduk terlalu lama bisa terjadi tidak hanya pada mereka pekerja di belakang meja, tetapi juga pada mereka yang terbiasa duduk terlalu lama di depan TV. Bila kebiasaan ini dilakukan setiap hari akan membuat Anda mengalami peningkatan resiko kanker kolon, kanker endometrial, kanker prostat, kanker ginjal dan juga kanker kandung kemih.

Alihkan sedikit waktu untuk beraktivitas fisik karena ini akan membantu tubuh Anda mencegah kanker. Menurut American Institute for Cancer Research tahun 2007, kebiasaan ini dapat menurunkan resiko kanker dengan relevan hingga 60%. Tentu prosentasi penurunan resiko bergantung pada kualitas dan kuantitas aktivitas fisik yang Anda lakukan.

Menggunakan bedak tabur

Kita terbiasa menaburkan bedak tabur untuk si kecil ketika dia baru saja mandi. Bedak tabur selama ini dianggap membantu kulit sikecil tetap lembut dan terjaga dari biang keringat. Tetapi belakangan sejumlah pakar kesehatan menyarankan untuk tidak lagi menggunakan bedak tabur untuk perawatan si kecil.

Alasannya karena rupanya bedak tabur dapat menjadi agen karsinogen bila masuk ke dalam tubuh manusia. Bedak dapat masuk ketika terhirup atau masuk bilamana bedak ditaburkan di area vital anak.

Menurut Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention tahun 2010, dalam bedak tabur terkandung magnesium silicate  yang memiliki efek korotif sama buruknya dengan asbes. Ini dapat merusak jaringan sehat dalam tubuh dan menjadi penyebab kanker.

Bila terhirup oleh pernafasan senyawa ini akan merusak jaringan pada paru paru, bronkeolus dan tenggorokan dan menjadi penyebab kanker pada area ini. Sedang bila digunakan pada area vital dapat memicu kanker kolorektal, kanker vagina,kanker rahim, kanker kolon dan lain sebagainya.

Melakukan seks oral

Salah seorang artis ternama, Michael Douglas belum lama mengumumkan dirinya terserang kanker tenggorokan. Dan menurutnya, penyebab kanker yang dialaminya adalah kebiasaannya melakukan seks oral.

Cerita ini memang sedikit menggugah senyum, tetapi apa yang disampaikan menjadi tanda bagi kita meningkatkan kewaspadaan. Faktanya area vital wanita cenderung mudah untuk mengalami serangan virus HPV.

Dan ketika seseorang melakukan aktivitas seks oral, maka virus mungkin sekali berpindah dari area vital menuju mulut. Dan infeksi yang disebabkan oleh virus yang sudah berpindah inilah yang dapat menjadi pemicu kanker.

Sebagaimana dijelaskan dalam Annals of Oncology tahun 2017, bahwa pria yang gemar melakukan oral seks akan mengalami peningkatan resiko kanker mulut dan tenggorokan.

Tidak selamanya virus HPV menyebabkan kanker, resiko meningkat ketika daya tahan tubuh seseorang menurun, hingga virus dengan mudah merusak sel sel sehat tubuh kita.

Tetapi mengingat mulut kita sendiri adalah lokasi dimana hidup demikian banyak mikroba dan tempat kotoran dari sisa makanan tidak heran resiko dapat meningkat.

Kerja pada shift malam

Dalam laporan riset yang dirilis pada British Medical Journal tahun 2013, dijelaskan bahwa telah dilakukan survei pada mereka yang sedang mengalami masalah kanker payudara. Dan terbukti sebagian dari pasien sebanyak kisaran 2300 orang adalah mereka yang kerap melewatkan waktu tidur malam.

Dari riset terbukti kebiasaan tidur dini hari memiliki efek meningkatkan resiko menderita kanker payudara hingga 30%. Dan pada pria sejumlah pakar melihat adanya kemungkinan besar pengaruh yang sama.

Dugaan sementara sejumlah pakar, efek kurang tidur malam  terhadap kanker ini disebabkan oleh masalah melatonin. Hormon ini dilepas tubuh saat sangat mengantuk dan tidur. Melatonin memiliki efek anti karsinogen dengan menstimulasi liver bekerja lebih baik.

Dengan Anda kurang tidur, besar kemungkinan tubuh Anda tidak mendapat cukup melatonin yang mensuport tubuh Anda dalam mengelola radikal bebas.

Terlalu banyak minuman manis

Ada kolerasi kuat antara asupan gula tinggi, hiperglikemia dan masalah sel kanker. Pada dasarnya, selama Anda mengalami hiperglikemia maka resiko Anda mengidap kanker semakin tinggi.

Aspek pertama karena hiperglikemia akan meningkatkan produksi insulin. Untuk Anda pahami kelebihan insulin juga memberikan efek oksidasi pada tubuh. hiperinsulin adalah kondisi yang bersifat karsinogen.

Sedang di sisi lain tingginya kadar gula dalam darah adalah lingkungan yang sangat nyaman bagi sel kanker hidup dan berkembang. Untuk sel kanker dapat berkembang, tubuh membutuhkan suplai gula yang cukup. Gula akan dengan cepat diubah menjadi energi oleh sel kanker. Energi yang dibutuhkan sel dalam bergerak dan bermutasi.

Sejumlah temuan melihat bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis akan meningkatkan resiko kanker kolorektal dan kolon, kanker usus, kanker pankreas, kanker hati, kanker ginjal, kanker endometrial dan beberapa jenis kanker lain. Kendalikan kegemaran Anda akan makanan manis. Ini adalah solusi cepat dalam mencegah kanker.

Menggunakan pewangi ruangan

Menggunakan pewangi ruangan di rumah atau di area kantor adalah hal lazim saat ini. pewangi ruangan dianggap sebagai cara mudah untuk menjaga sisi estetis dari hunian atau area kantor. Karena aroma segar yang dihasilkan pewangi ruangan akan membantu menyegarkan suasana ruangan.

Hanya saja, sebenarnya ini bukan pilihan yang sehat. aroma segar yang dihasilkan sebenarnya tidak serta merta menghasilkan udara yang segar. Karena udara sebenarnya tetap sama, hanya terasa lebih harum, menutupi aroma tidak sedap yang mungkin muncul.

Ini membuat kita tidak sadar bahwa bisa jadi kita tengah berada di ruangan tidak sedap. Padahal bisa jadi Anda sedang berada dalam ruangan yang tidak sehat udaranya. Karena tersamar Anda tidak segera mengambil tindak lanjut.

Selain itu, sejumlah pewangi ruangan juga bisa jadi mengandung unsur kimia karsinogen. Dan bila ini abai dari perhatian kita, tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemicu kanker. Hal ini dijelaskan dalam jurnal Building and Environment tahun 2011.

Beberapa pakar menyarankan untuk memberi aroma segar pada ruangan tanpa memicu kanker, coba untuk memilih aromaterapi organik non parafin. Kenapa non parafin? Informasinya pada poin berikutnya.

Sering menyalakan lilin

Lilin selama ini dikenal sebagai alat penerang sederhana juga dianggap sebagai aksesoris yang banyak digemari. Beberapa orang menggunakan lilin sebagai bagian dari aromaterapi.

Meski aroma terapi kebanyakan memberi manfaat bagi tubuh, tetapi lilin sendiri bukan pilihan yang sehat. karena dalam lilin tersimpan agen karsinogen yang terdapat pada elemen parafin.

Dalam British Journal of Urology di tahun 1964, parafin ditemukan mengandung komponen senyawa yang bersifat karsinogen dan memicu kanker. Terbiasa menghirup gas dari pembakaran parafin akan meningkatkan resiko kanker.

Cairan parafin yang berubah menjadi gas ini menjadi polusi udara yang beracun. Sejumlah senyawa kimia bersifat karsinogen seperti toluene dan benzene ini akan merusak jaringan pernafasan dan memicu terjadinya kanker paru paru, nasofaring, esofagus dan kanker tenggorokan.

Sebenarnya tingkat karsinogen dari lilin tidak terlalu tinggi selama penggunaannya terbatas. Tetapi kebiasaan untuk melakukan relaksasi dengan lilin aroma terapi jelas bukan ide sehat. sekalipun sudah Anda tambahkan aroma terapi, unsur toksin di dalamnya tidak hilang.

Untuk mencegah kanker, coba memilih jenis lilin non parafin. Belakangan beredar jenis lilin dari beeswax yang lebih natural dan tentu saja bebas unsur karsinogen.

Asal memilih tabir surya

Salah satu penyebab kanker kulit adalah efek paparan sinar matahari. Dan demi alasan ini, kita disarankan untuk selalu keluar rumah dengan melapisi kulit kita meggunakan tabir surya. Tabir surya membantu melindungi permukaan kulit dari efek sinar UVA dan UVB.

Tetapi ternyata menggunakan tabir surya tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Karena berdasar Journal of Applied Toxicology tahun 2008, sejumlah komponen dari tabir surya justru merupakan agen karsinogen.

penyebab kanker - pemicu kanker - mencegah kanker

Sumber: Shutterstock

Menurut jurnal tersebut, dalam tabir surya terkadang ditemukan sejumlah kandungan zat kimia yang memiliki efek oksidasi. Tidak hanya berpengaruh terhadap kulit, tetapi dapat merasuk ke dalam dan mempengaruhi organ tubuh. Bahkan sejumlah di antaranya dapat mempengaruhi kinerja hormonal.

Sejumlah komponen senyawa kimia yang dinyatakan berbahaya antara lain parabean, Oxybenzone dan retinyl palmitate. Untuk mencegah kanker dan mendapatkan manfaat tabir surya yang aman, Anda lebih baik memilih tabir surya dengan kandungan zinc oxide.

Gemar memakan criping

Criping adalah makanan favorit banyak orang. Mulai dari criping kentang yang sudah populer di dunia, sampai criping jagung yang unik dan criping singkong yang lebih kaya sentuhan tradisional. Dan bisa dikatakan masyarakat Indonesia terkenal dengan demikian banyak ragam criping dari berbagai bahan.

Yang perlu menjadi perhatian, criping ini kebanyakan mengandung zat pati tinggi. dan ketika diiris tipis kemudian digoreng dalam suhu tinggi, sebenarnya zat pati ini dapat melepas senyawa akrilamida. Senyawa ini bersifat karsinogen dan penyebab kanker.

Efek senyawa ini terhadap resiko kanker cukup relevan menurut Nutrition and Cancer 2014. Meski untuk dapat memberi efek karsinogen dibutuhkan kadar yang banyak.

Sehingga untuk mencegah kanker, Anda sangat disarankan untuk tidak menjadi penggemar criping dan membiasakan diri untuk menghabiskan 1topless criping dalam sekejap.

Penggunaan wadah plastik

Ini sebenarnya adalah pengetahuan yang mulai banyak disadari orang, tetapi sayangnya kerap kali dpandang sebelah mata. Fakta bahwa sejumlah jenis plastik dapat memberi efek karsinogen seharusnya membuat orang benar benar selektif dalam memilih wadah plastik.

Hal ini dengan jelas di paparkan dalam Journal of Carcinogenesis tahun 2012. Bahwa sejumlah jenis plastik dapat melepas senyawa karsinogen terutama bila dipanaskan atau digunakan untuk wadah makanan yang panas.

Sedang sejumlah wadah plastik lain, dengan mudah melepas efek karsinogen sejak selesai penggunaan pertama. Artinya efek karsinogen akan muncul begitu penggunaan kedua dilakukan. Biasanya ini berlaku untuk jenis botol minuman kemasan.

Ada setidaknya 7 jenis plastik dan sebenarnya tidak ada 1 pun jenis plastik yang 100% aman. Bilapun jenis polypropylene dinyatakan paling aman, itu karena efek pelepasan senyawa kimia dari plastik ini relatif lebih kecil dibandingkan yang lain. Bukan berarti sama sekali tidak dapat melepaskan senyawa kimia.

Untuk mencegah kanker, pastikan selalu untuk menggunakan plastik dengan terbatas. Hindari penggunaan wadah pastik untuk makanan panas, apalagi untuk pemanasan tinggi seperti pemanggangan.

Memasak dengan lapisan anti lengket

Kami pernah membahasnya sebelumnya di sini, bahwa sejumlah jenis perlengkapan masak anti lengket sebenarnya beresiko menjadi agen karsinogen dan menjadi penyebab kanker.

Ini karena ketika perangkat anti lengket ini dipanaskan dalam suhu sangat tinggi, maka lapisan akan melepas senyawa toksin bernama Perfluorooctanoic acid (PFOA). Dan senyawa ini akan menjadi pemicu kanker.

Tidak hanya jenis perangkat masa anti lengket konvensional. Jenis anti lengket modern sekalipun tidak lepas dari efek penyebab kanker. Sejumlah temuan terhadap perangkat masak keramik dan jenis perangkat masak anodyzed juga banyak diklaim menggunakan pelapisan khusus yang juga memberi efek karsinogen.

Anda  bisa mencegah kanker dengan tetap menggunakan perangkat masak berbahan anti lengket. Hanya pastikan pilih perangkat masak yang berat sehingga tidak mudah terpanggang panas berlebihan.

Pastikan untuk memasak dalam suhu rendah atau sedang dan tidak menggunakan spatula besi yang mudah menggores wajan. Ganti wajan secara periodik dan selalu bersihkan dengan cara yang aman tanpa penggosok.

Memasak dengan perangkat alumunium

Selain masalah wajan anti lengket, proses pemasakan dengan perangkat alumunium juga tidak kalah berbahaya. Ini mungkin juga lazim dilakukan karena banyak perangkat masak menggunakan bahan alumunium. Belum lagi teknik masak dengan menggunakan lapisan alumunium foil.

Ketika wadah dipanaskan, sejumlah partikel mikro dari alumunium akan merasuk ke dalam makanan. Sementara tubuh sebenarnya tidak cukup baik dalam mentoleransi asupan alumunium. Alumunium dianggap toksin oleh tubuh dan bila terlalu tinggi akan memberi efek karsinogen, menjadi penyebab kanker.

Menurut Adult Congenital Heart Disease Center tahun 2015, dijelaskan bahwa sebenarnya alumunium adalah jenis logam yang hanya dapat ditoleransi dengan sangat terbatas oleh tubuh. ketika kadarnya menjadi berlebihan alumunium akan merusak DNA sel, sistem saraf hingga merusak hati. Kondisi kondisi ini dapat menjadikan alumunium pemicu kanker.

Bekerja tanpa masker (pada pekerjaan tertentu)

Sebenarnya dalam sejumlah aturan di lapangan, sejumlah pekerjaan sudah memberikan tata tertib untuk menggunakan masker di saat bekerja. Biasanya ini berkaitan dengan pekerjaan yang menyebabkan sejumlah debu berbahaya bertebaran di sekitar lingkungan kerja.

Faktanya memang sejumlah jenis debu, seperti debu tembakau, debu kayu, debu batu bara, debu nikel debu alumunium, debu codmium, debu kuarsa dan lain sebagainya dapat menjadi penyebab kanker. Efek karsinogen dan korotif dari debu debu ini merusak fungsi pernafasan dan menjadi pemicu kanker.

Untuk mencegah kanker, Anda harus pastikan untuk tertib dengan aturan untuk menggunakan masker dalam lingkungan kerja. Pilihan untuk mengabaikan aturan ini bisa meningkatkan resiko Anda mengidap kanker.

Terlalu rutin membersihkan rumah

Beberapa pakar mengatakan bahwa mereka yang terlalu rutin membersihkan rumah, mungkin memiliki resiko kanker lebih tinggi. Ini sedikit mengejutkan mengingat selama ini kita terdoktrin dengan konsep bersih pangkal sehat.

Masalahnya, sebenarnya bukan pada kebersihannya, melainkan pada bahan bahan kimiawi anti septik yang lazim Anda gunakan sebagai obat pembersih. Sejumlah bahan bahan ini rupanya bersifat karsinogen. Hal ini dijelaskan dalam jurnal Environmental Health tahun 2010.

Untuk tetap mencegah kanker dan aman dalam membersihkan rumah, upayakan memilih jenis obat obatan yang tidak berbahaya atau organik.  Bersihkan rumah dengan rutin, tetapi gunakan obat obatan ini sesekali saja dalam sepekan.

Ada cukup banyak kebiasaan buruk yang Anda kira bukan masalah sama sekali, tetapi rupanya dapat menjadi penyebab kanker. Membiasakan diri dengan cara hidup yang lebih sehat dan bebas dari kebiasaan yang memicu kanker akan menjadi cara terbaik mencegah kanker. Ingat 40% kasus kanker dapat dicegah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here