Selama ini kita mengenal virus sebagai salah satu mikroba yang menyebabkan sejumlah kasus infeksi. Bahkan untuk jenis infeksi yang kerap kita alami seperti flu. tetapi rupanya virus juga bisa menjadi faktor penyebab kanker.

Beberapa jenis infeksi virus dapat menjadi awal dari pembentukan sel kanker. virus penyebab kanker ini memicu kerusakan DNA yang pada akhirnya menghasilkan sel kanker.

Pada kesempatan ini kita akan mencoba melihat lebih jauh apa saja virus penyebab kanker dan bagaimana kinerja virus-virus tersebut hingga dapat menjadi faktor penyebab kanker.

Apa Sebenarnya Virus?

Virus adalah bagian dari organisme mikro yang bertebaran hidup di sekitar kita. Virus ini sebagian besar demikian kecil dan sederhana sampai tidak dapat kita lihat dengan kasat mata, melainkan dengan perangkat mikroskopik.

Menurut sumber American Cancer Society,  virus adalah organisme yang terbentuk dari sejumlah kecil gen yang dilengkapi dengan unsur DNA dan RNA dan diselubungi dengan komponen protein tertentu.

Untuk hidup, virus harus menumpang hidup pada inangnya, dan dalam hal ini tentu saja inang berupa sel hidup. Dengan memanfaatkan elemen protein dan sejumlah senyawa kimia dari sel hidup ini virus kemudian bertahan hidup dan melakukan pembelahan diri.

Terinfeksinya sel hidup oleh virus akan menyebabkan gangguan pada kerja sel hidup tersebut. Beberapa karena penggunaan elemen protein dan elemen senyawa kimia yang ditarik oleh virus. Sebagian lain karena efek masuknya DNA dan RNA virus ke dalam sel hidup.

Virus adalah jenis mikroba yang berbeda secara DNA maupun secara kimiawi dengan bakteri dan jenis mikroba lain. Salah satunya karena virus pada umumnya tidak bereaksi terhadap anti biotik.

Untuk mengatasi infeksi akibat virus, dibutuhkan sistem imunitas yang sangat prima dan kadang terapi anti virus, tetapi fakta di lapangan tidak selamanya anti virus cukup mempan mengatasi infeksi virus.

Kadang virus hanya menjadi pasif, tetapi tetap hidup dan berdiam dalam tubuh. menunggu kondisi tubuh melemah dan virus kembali aktif. Virus bisa jadi bertahan dalam format pasif bahkan dalam jangka sangat panjang dan tidak terdeteksi.

Sementara keberadaanya sebagai virus pasif tidak lantas aman. Karena meski tanpa gejala, virus tetap mempengaruhi kondisi imun dan keberlangsungan sel sehat dalam tubuh. Termasuk menjadi faktor penyebab kanker.

Cara Kerja Virus Penyebab Kanker

Dalam dunia medis, virus yang dapat menjadi faktor penyebab kanker disebut dengan istilah onkovirus. Ada beberapa cara virus dalam menyerang manusia dan pada akhirnya menyebabkan terbentuknya sel kanker.

Kita selama ini mungkin sudah mengenal virus HPV sebagai penyebab kanker serviks. Tetapi virus HPV bukan satu satunya yang perlu Anda khawatirkan. karena setidaknya virus ini sudah memiliki vaksin yang akan membantu Anda dengan sangat efektif mencegah kanker.

Masih banyak virus penyebab kanker lain. Sebagian besar tidak cukup banyak dipahami orang dan sebagian besar pula belum disiapkan anti virus dan vaksinnya. Itu artinya pencegahan infeksi untuk berkembang menjadi kanker masih menjadi pekerjaan yang sulit.

Cara kerja virus dalam menyebabkan kanker sendiri beragam. Tetapi secara umum, efek virus terhadap tubuh adalah sebagai berikut :

  • Memengaruhi DNA sel sehat

    Untuk bertahan hidup dan menjalankan fungsi asimilasi atau memperbanyak diri, virus membutuhkan inang berupa sel sehat. sebagaimana dijelaskan sebelumnya, salah satu caranya adalah dengan menularkan DNA dan RNA dari virus ke dalam sel sehat.

    Cara ini membuat sel sehat menjadi suport bagi sistem pembelahan diri virus. Tetapi di sisi lain ini membuat sel sehat kehilangan identitas DNA murninya. Sel mengalami mutasi genetik dan berubah menjadi sel kanker.

  • Memengaruhi kinerja imun

    Selain bekerja secara langsung merubah DNA sel sehat, sejumlah virus memang menyerang secara khusus pada fungsi imun. Menurunnya fungsi imun, rusaknya fungsi dan kekuatan dari sel darah putih menyebabkan tubuh gagal memproteksi diri dari perkembangan sel abnormal. I

    Seharusnya ketika sel T dan sel B dalam sistem imun membaca adanya perkembangan sel abnormal dalam tubuh, akan terbentuk serangan untuk mematikan sel abnormal tersebut hingga tidak berkembang lebih lanjut.

    Tetapi, karena sistem imun mengalami penurunan fungsi, kinerja proteksi dan pertahanan ini tidak dapat bekerja optimal. Dan sel abnormal dengan leluasa berkembang tanpa halangan.

  • Merusak sel dengan efek infeksi

    Sejumlah virus menyebabkan kerusakan sel dengan cara yang cukup masif, mematikan sejumlah sel dan ini mendorong sel mengalami perubahan DNA. Dan di sinilah sel kanker dapat mulai berkembang.

    Pada dasarnya tubuh memiliki mekanisme alami untuk perbaikan dan regenerasi sel. semakin banyak sel yang rusak semakin besar dorongan untuk memperbaiki diri. Masalahnya, untuk regenerasi sel semacam ini, dibutuhkan cukup materi untuk membentuk sel baru yang sehat.

    Semakin banyak sel rusak, semakin mustahil bagi tubuh membentuk sel baru yang sehat. akibatnya sel baru yang terbentuk tidak sempurna dan akhirnya berkembang menjadi sel abnormal yang mengacu pada kanker.

Jenis Virus sebagai Faktor Penyebab Kanker

Ada beberapa jenis virus yang diketahui dengan baik memiliki pengaruh sebagai faktor penyebab kanker. Baik karena virus tersebut menurunkan fungsi imunitas, menyebabkan kerusakan sel hingga memicu terjadinya kerusakan DNA.

Dan beberapa jenis virus penyebab kanker tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Virus HPV


Ini adalah virus penyebab kanker yang paling familier bagi kita. Virus HPV demikian identik dengan kanker serviks. Faktanya memang lebih dari 95% kasus kanker serviks berkaitan dengan perkembangan infeksi virus HPV pada area serviks.

Human Papilloma Virus atau HPV adalah kumpulan jenis 150 virus yang menyebabkan infeksi dan menyebabkan munculnya papilloma. Dalam bahasa awam kita lebih mengenalnya sebagai kutil. Infeksi virus HPV pada umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang seiring kekuatan imunitas.

virus HPV - virus penyebab kanker - faktor penyebab kanker

Sumber: Shutterstock

Dari 150 jenis virus ini, kebanyakan adalah jenis virus yang muncul pada permukaan kulit. Tetapi sebagian lain dapat berkembang pada lapisan mukus, seperti pada mulut, tenggorokan, vagina dan serviks.

Penularan dari virus HPV adalah melalui kontak fisik, termasuk melalui kontak seks. Virus HPV sulit untuk diatasi, bahkan sejauh ini belum ada terapi untuk membunuh virus. Infeksi hanya dapat diatasi dengan mengangkat jaringan yang sudah terinfeksi dan dengan meningkatkan imunitas.

Dalam sejumlah ulasan bahkan dikatakan bahwa hampir semua orang dalam usia seks produktif pernah memiliki pengalaman tertular virus HPV. Baik itu melalui aktivitas seks konvensional, oral seks, anal seks dan penggunaan perangkat seks yang sudah terkontaminasi.

Proses penularan via aktivitas seksual ini yang pada umumnya memindahkan virus dari membran mukus satu ke membran mukus lain. Dan infeksi virus HPV pada membran mukus inilah yang memiliki resiko kanker lebih besar.

Meski tidak setiap kasus infeksi virus HPV akan berakhir menjadi kanker.  setidaknya diketahui bahwa virus HPV dapat menjadi faktor penyebab kanker pada area serviks, vagina, mulut, tenggorokan, penis dan anus. 12 jenis virus HPV yang paling ganas, memiliki sifat merusak DNA murni sel dan karenanya memiliki unsur pendorong untuk menyebabkan kanker.

Saat ini sebenarnya sudah tersedia vaksin untuk virus HPV. Vaksin hanya bekerja pada mereka yang belum terserang infeksi. Dan hanya memberi hasil efektif ketika diberikan di usia dini, menjelang wanita memasuki masa produktif mereka.

Virus Epstein Barr


Virus yang juga dikenal dengan sebutan EBV ini menyerang area rongga mulut, tenggorokan kerongkongan, hidung, laring dan faring. EBV sendiri sebenarnya termasuk kategori virus herpes.

Beberapa orang mengatakan ini adalah penyakit yang disebabkan oleh aktivitas berciuman. Tetapi sebenarnya virus ini adalah jenis virus yang menyerang sistem pernafasan dan rongga mulut dan ditularkan oleh kontak fisik  organ sekitar mulut dan pernafasan dengan sumber virus.

Penularan virus bisa melalui berbagi minuman dan makanan bersama, kontak dengan lendir pasien seperti ketika kita terkena bersin dan batuk dari penderita infeksi EBV. Beberapa pakar juga percaya kebanyakan orang setidaknya pernah terserang virus ini sekali dalam hidupnya.

Tetapi virus ini memang pada dasarnya tidak membahayakan, selama sistem imunitas tubuh kita cukup baik. Infeksi yang terbentuk pada umumnya tidak menciptakan resiko yang serius.

Tetapi beberapa virus dapat berkembang dengan cara unik. Alih alih mati atau keluar dari dalam tubuh, virus malah berdiam pada sel B dan mendorong sel B melakukan mutasi gen. Inilah yang kemudian menyebabkan virus ini sebagai faktor penyebab kanker.

Karena kerusakan sel B menyebabkan tubuh lebih rentan mengalami resiko kanker. Termasuk kanker pada sistem limpatik, juga kanker pada sistem pernafasan dan pencernaan seperti kanker nasofaring, kanker mulut dan kanker perut.

Dalam temuan baru juga diungkap bahwa virus Epstein Barr  dapat berkaitan dengan sejumlah kasus kanker lain, termasuk kanker payudara.

Sayangnya virus epstein barr ini belum memiliki vaksin. Pakar juga belum menemukan terapi anti virus paling efektif yang bekerja membunuh virus. Sehingga pengobatan dan pencegahan untuk infeksi EBV ini terbilang sulit.

Hepatitis B


Penyakit hepatitis B dan tentu saja hepatitis C adalah salah satu bentuk virus penyebab kanker yang perlu Anda waspadai. Infeksi hepatitis adalah bentuk infeksi berat yang  menyebabkan kerusakan pada jaringan hati.

Sebenarnya ada cukup banyak jenis hepatitis, termasuk hepatitis A, D dan E. Tetapi hanya jenis hepatitis B dan C yang memiliki efek cukup kuat sebagai faktor penyebab kanker. bahkan hampir disama ratakan dengan efek virus HPV dalam membentuk kanker.

Sebenarnya prosentasinya juga tidak terlalu besar. Beberapa data menyatakan hanya sekitar 5% dari kasus hepatitis C yang pada akhirnya bermuara menjadi kanker hati. Apalagi virus Hepatitis sendiri termasuk jenis virus yang sudah memiliki sistem vaksin lengkap dan terapi pengobatan yang cukup efektif.

Masalah kanker hati yang berawal dari hepatitis terjadi akibat efek dari pola serangan virus hepatitis B dan C yang menyebabkan kerusakan sel yang masif. Sel sel terus menerus rusak dalam waktu yang berdekatan.

Tubuh manusia sudah memiliki sistem khusus yang bekerja meregenerasi sel yang sudah rusak. Setiap terjadi kerusakan, tubuh secara alami membentuk sistem regenerasi.

Hanya masalahnya, virus hepatitis dapat menyebabkan efek kerusakan pada jaringan liver secara agresif. Pada dasarnya tubuh sudah dibekali insting alami untuk beregenerasi ketika sel lama usang atau rusak.

Tetapi karena kerusakan sel terjadi demikian masif, tubuh akan kesulitan mengimbanginya dengan cukup proses regenerasi. Akibatnya regenerasi sel gagal dijalankan. Ini memicu sel sel membentuk jaringan parut pada hati.

Menumpuknya jaringan parut ini menyebabkan dinding hati mengalami disfungsi. Kondisi inilah yang kemudian disebut sirosis. Sirosis adalah kondisi kerusakan sel hati secara besar besaran akibat efek serangan virus atau bakteri. Dan sirosis ini yang kemudian memicu anker.

Beruntungnya virus hepatitis B sudah dilengkapi dengan vaksin. Vaksin sudah disarankan diberikan pada pasien usia bayi dan dilanjutkan secara periodik untuk meningkatkan kekebalan.

Virus HIV


Satu lagi jenis virus penyebab kanker yang perlu kita waspadai. Pada dasarnya Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, tepatnya menyerang sel CD4. Sel ini adalah bagian dari sistem limfatik yang bekerja pada sistem imunitas.

Rusaknya sel CD4 ini membuat kemampuan sistem kekebalan tubuh menurun drastis. Serangan virus atau bakteri biasa dapat menyebabkan infeksi serius pada pasien. Dan inilah titik lemah dari pasien yang menyebabkannya mudah mengalami kanker.

Tubuh yang sudah mengalami penurunan fungsi kekebalan tubuh akan sulit membentuk perlawanan yang memadai ketika sel sel tubuhnya mengalami perubahan genetik dan bermutasi.

Seharusnya dalam kondisi normal tubuh efektif membaca pembentukan sel abnormal dan mendorong sel baru ini untuk mati. Tetapi sistem ini melemah pada pasien pengidap AIDS dan HIV. Dan memudahkan sel berkembang lebih jauh menjadi sel kanker tanpa banyak perlawanan.

Virus HIV sendiri mudah menyerang manusia melalui cairan, baik itu darah, susu, semen dan cairan vagina. Virus HIV sendiri sebenarnya virus yang rapuh, tetapi ketika berada pada tubuh manusia virus ini sangat sulit dihilangkan.

Sejauh ini belum ditemukan terapi anti viral dan anti infeksi yang efektif menghilangkan virus dari dalam tubuh. Dunia medis hanya mampu membuat virus pasif, tetapi dalam jangka waktu tertentu saja.

Dengan kata lain hanya dapat menunda masa kerusakan yang lebih berat. Dan pada fase ketika sistem kekebalan tubuh mulai menurun, tubuh menjadi rentan mengalami kanker.

beberapa pasien dengan virus HIV memiliki kecenderungan untuk mengidap sejumlah jenis masalah kanker khas seperti kasus kanker kaposi sarkoma yang berkaitan dengan kanker pada pembuluh darah dan jaringan limfatik. Sedang kasus lain yang tak kalah lazim adalah kanker non hodgkins limfoma dan kanker serviks invasif.

Namun tidak menutup kemungkinan virus HIV menjadi faktor penyebab kanker umum seperti jenis kanker  anal, kanker paru paru, kanker usus, kanker hati, kanker mulut dan tenggorokan dan lain sebagainya.

Virus Herpes HHV8


Herpes adalah jenis infeksi virus yang memicu terbentuknya inflamasi. Herpes menyebabkan kerusakan sel dan jaringan dan bila diabaikan ternyata bisa menjadi virus penyebab kanker.

Salah satu yang cukup agresif adalah jenis Human herpes virus 8 (HHV-8) atau juga dikenal dengan istilah Kaposi sarcoma–associated herpes virus (KSHV). Ini adalah jenis virus yang menjadi faktor penyebab kanker kaposi sarkoma.

Virus herpes ini menular via kontak seksual dan sejumlah perantara lain seperti melalui air liur dan darah. Kerap menjadi ancaman penyakit infeksi bagi mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi obat obatan terlarang. Karena biasanya mereka terbiasa menggunakan obat terlarang dengan menggunakan alat suntik bergantian.

Menariknya, meski virus ini kadang bisa cukup memberi efek inflamasi, sebagian besar kasus penularan virus HHV8 tidak menunjukan gejala serius. Tetapi kemudian virus diam diam merusak DNA sel dan mendorong sel berproliferasi atau membelah diri dengan sangat cepat dan banyak. Hingga akhirnya terbentuk massa abnormal yang agresif.

Serangan memang kerap terjadi pada lokasi dimana virus tinggal, yakni dalam pembuluh darah. Itu sebabnya sarkoma kaposi yang berkaitan dengan pembentukan kanker pada jaringan pembuluh darah menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi karena virus HHV8 ini.

Meski dikatakan memiliki efek menyebabkan kanker, rupanya virus penyebab kanker ini tidak dapat bekerja tunggal. Virus akan menyerang dengan agresif bila daya tahan tubuh menurun seperti akibat kebiasaan mengonsumsi obat obatan terlarang atau efek penyakit terkait penurunan daya tahan tubuh seperti AIDS dan HIV.

Virus HTLV-1


Virus HTLV-1 ini berkaitan dengan sejenis penyakit kanker darah yang secara medis disebut pula dengan istilah leukemia limfoblastik dan jenis non hodgkins limfoma yang menyerang sel T.

Penyakit ini berkaitan dengan fungsi sel sel sumsum tulang belakang yang membelah diri secara abnormal dan masif, hingga gagal memproduksi sel darah putih yang sempurna. Hasilnya, alih alih menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, sel darah justru bersifat agresif dan merusak.

Virus HTLV-1 ini sendiri adalah jenis virus yang memiliki sejumlah kesamaan dengan jenis virus HIV. Bahkan proses penularanya juga serupa, baik melalui cairan darah, semen, cairan vagina juga air susu.

Hanya saja pengaruh dari virus HTLV-1 ini berbeda dengan virus HIV. Virus HIV secara khusus menyerang sistem daya tahan tubuh dan menyebabkan tubuh memiliki sistem imun yang sangat lemah.

Sedang virus HTLV-1 ini malah menyerang sistem sum sum tulang belakang dan membuat tubuh gagal memproduksi sel darah putih yang normal. Virus HTLV-1 ini memasukan RNA pada sistem genetik tubuhnya ke dalam RNA dan DNA sel  manusia yang menjadi induknya. Ini membuat sel induk berubah menjadi abnormal.

Perubahan ini membuat sel bekerja dengan cara yang tidak normal dan membentuk dorongan membelah diri secara tidak wajar. Pada sumsum lah kinerja ini lazim terjadi, dimana ketika sel mulai bermutasi, sel sumsum akan memperbanyak diri dengan agresif dan menyebabkan sel memproduksi sel darah putih yang tidak sempurna dan berlebihan.

Bersyukurnya, infeksi karena virus HTLV-1 ini terbilang langka. Apalagi semenjak dunia medis menerapkan pengawasan ketat untuk sistem donor darah. Sementara ketika seseorang mengidap infeksi virus HTLV-1 ini, resiko mengalami kanker akan meningkat 20%.

Merkel Cell Polyomavirus (MCV)


Virus MCV ini berkaitan dengan jenis kanker langka bernama Merkell Sell Carcinoma. Virus ini pada dasarnya mudah menginfeksi manusia, rata –rata terjadi pada anak anak dan memperoleh kontak dengan virus melalui aktivitas mereka sehari hari.

Virus MCV tidak banyak menunjukan gejala, bahkan kerap kali tidak disadari keberadaannya. Tetapi pada beberapa orang, virus ini menyebabkan perubahan pada DNA sel sehat dengan menghambat kinerja gen yang bekerja menekan pembentukan sel tumor atau gen tumor suppressor.

virus HPV - virus penyebab kanker - faktor penyebab kanker

Sumber: Shutterstock

Sistem penularan dari virus ini sendiri belum sepenuhnya dipahami. Hanya virus ini memang lazim hidup pada sejumlah bagian tubuh manusia, terutama pada bagian terbuka seperti permukaan kulit, termasuk pada sel merkel pada lapisan kulit.

Sel merkel sendiri adalah lapisan dasar dari epidermis kulit. Di sini tersimpan susunan sistem sel saraf dan sistem kelenjar hormonal pada lapisan kulit. Lapisan ini membaca sensor pada permukaan kulit, seperti ketika terpapar sinar matahari dan sensor rasa nyeri.

Sensitivitas sel terhadap paparan sinar matahari menjadikan sel ini mudah sekali rusak. Beruntung sistem gen tumor suppressor  yang alami tersimpan dalam sel merkel menahan kerusakan ini berkembang lebih lanjut.

Tetapi ketika sel merkel terinfeksi virus MCV, maka kemampuan gen tumor suppressor  ini menurun. Saat itulah kerusakan pada sel merkel dengan mudah berkembang menjadi mutasi sel.

mutasi pada sel merkel ini menyebabkan pembentukan massa ganas atau massa kanker pada permukaan kulit. Dan dapat memicu terbentuknya luka peradangan pada permukaan kulit. Luka juga dapat dengan mudah menyebar dan semakin dalam.

Aspek Penting Infeksi Virus Penyebab Kanker

Dari setiap kasus kanker akibat infeksi virus penyebab kanker, dapat ditarik benang merah keseluruhannya berkaitan dengan daya kekebalan tubuh. virus pada dasarnya lebih efektif dilawan oleh sistem imunitas tubuh.

Dan demikian pula imunitas juga menjadi benteng pertahanan bagi tubuh untuk mencegah terbentuknya mutasi gen, kerusakan DNA hingga pembentukan sel abnormal karena pengaruh virus.

Karenanya, bagian terpenting dalam mencegah kanker yang disebabkan oleh efek virus, kita harus selalu memastikan untuk menjaga daya tahan tubuh untuk tetap prima.

Bahkan untuk meningkatkan manfaat imunitas, kita dapat menambahkan tindakan vaksin yang sudah tersedia seperti vaksin virus Hepatitis dan virus HPV. Cara vaksin ini terbukti secara medis akan menurunkan resiko kanker dalam level yang sangat kecil.

Sistem imunitas tubuh adalah garda utama dalam melawan beragam aspek dan faktor penyebab kanker, termasuk serangan virus penyebab kanker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here