Kita cukup terinformasi mengenai bagaimana makanan fermentasi memberi manfaat bagi kesehatan pencernaan. Tetapi tak banyak yang tau bahwa makanan fermentasi ini dapat menjadi cara menghindari kanker dan menurunkan resiko kanker.

Kita akan mencoba lebih dalam melihat bagaimana sebenarnya makanan fermentasi ini membantu tubuh kita untuk menurunkan tingkat resiko kanker. Dan melihat fakta seputar pengaruh makanan fermentasi bagi tubuh kita.

Apa Sebenarnya Makanan Fermentasi?

Tubuh manusia bukan hanya berisi dengan triliunan sel tubuh kita. Tetapi juga menjadi rumah dari milyaran sel mikroba termasuk bakteri, virus hingga jamur. Sebagian memang dapat menciptakan masalah bagi tubuh, tetapi sebagian lain justru memberi manfaat bagi tubuh. Dan sebagian besar dri mikroba bermanfaat ini hidup dalam usus kita.

Alih alih menyebabkan penyakit, keberadaan mikroba dalam usus justru membantu tubuh kita. Bahkan untuk itu mikroba baik ini kemudian disebut probiotik, untuk menandakan mikroba ini justru ada untuk mendukung kehidupan tubuh kita.

Meski dikatakan bermanfaat, sejumlah kondisi dapat dengan mudah merubah sifat baik mikroba ini menjadi buruk. Sebut saja seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, stress, pola makan tidak sehat, antibiotik dan masuknya komponen toksin ke dalam tubuh.

Perubahan ini tentu saja memberi efek buruk pada tubuh dan memicu masalah yang kompleks. Di sinilah peran makanan fermentasi. Karena makanan fermentasi adalah makanan yang berasal dari bahan segar yang difermentasi khusus untuk mendapatkan koloni probiotik di dalamnya.

Dengan kata lain makanan fermentasi adalah sumber dari probiotik. Dan tidak hanya probiotik, sebagaimana makanan fermentasi juga menggunakan bahan segar alami untuk pengolahannya, maka makanan fermentasi juga kaya akan nutrisi.

Mengonsumsi makanan fermentasi akan membantu meningkatkan kadar bakteri baik dalam pencernaan. Bakteri baik ini akan membantu menggantikan bakteri baik yang mulai rusak dan membantu menghancurkan bakteri jahat yang terlanjur terbentuk.

Jenis-Jenis Makanan Fermentasi


Untuk membuat makanan fermentasi, diperlukan bahan makanan alami yang segar untuk difermentasi. Makanan segar ini dibersihkan, kemudian dicampur dengan material kultur jaringan untuk kemudian disimpan dalam wadah tertutup yang steril selama beberapa waktu.

Seiring berjalan waktu, makanan yang tersimpan tadi akan mengalami proses pengasaman. Kultur jaringan yang sempat ditambahkan akan memastikan proses pengasaman hanya melibatkan mikroba tertentu yang aman dikonsumsi dan dibutuhkan oleh tubuh.

Pada masyarakat terdapat beberapa macam makanan fermentasi. Kebanyakan memang berawal dari konsep makanan tradisional, karenanya sejumlah besar makanan  fermentasi merupakan bagian dari masakan tradisional masyarakat setempat yang dijalankan turun temurun.

Terdapat demikian banyak varian makanan dan bahan dari makanan fermentasi dengan teknik fermentasi dan bahan baku berbeda beda. Tetapi pada dasarnya, makanan fermentasi dapat digolongkan menjadi 6 jenis. Dan 6 jenis makanan fermentasi tersebut adalah :

  • Fermentasi Sayuran

    Salah satu bentuk makanan hasil proses fermentasi yang diolah dari sayuran adalah kubis atau selada. Sejumlah pakar sepakat selada memiliki komponen prebiotik atau serat oligosakarida yang baik sebagai prebiotik atau makanan bagi bakteri sehat pada usus.

    Dengan menambahkan efek fermentasi pada selada, maka sayuran yang kaya vitamin ini akan mengalami peningkatan manfaat. Tak salah memang kemudian makanan fermentasi seperti kimchi atau sauer kraut khas Eropa menjadi pilihan makanan sehat yang dianjurkan.

    Pilihan makanan probiotik lain juga banyak direkomendasikan adalah acar buah dan acar sayuran. Pilih cuka buah dan cuka sayuran yang diproses alami sehingga rasa asam sepenuhnya bukan diperoleh dari penambahan cuka melainkan karena proses fermentasi dan efek penambahan gula serta kultur jaringan.

  • Fermentasi dari Kedelai

    Kedelai dikenal di banyak kawasan di Asia sebagai salah satu bahan utama makanan fermentasi. Di Indonesia kita mengenal tempe, tauco dan oncom. Sedang di Jepang juga dikenal makanan natto dan misso.

    Berbeda dari fermentasi sayuran yang mengandalkan bakteri, proses fermentasi dari kedelai akan memanfaatkan jamur atau ragi untuk mengikat kedelai. Ada sejumlah manfaat dari proses peragian kedelai ini bagi tubuh kita.

    Karena ragi akan memecah dan mensekresi protein dalam kedelai sehingga lebih mudah untuk diserap tubuh. peragian juga membantu mendongkrak kadar vitamin B dalam kedelai dan menambahkan komponen mikroba sehat sebagai probiotik.

  • Fermentasi Susu

    Susu adalah salah satu jenis bahan baku makanan fermentasi yang paling populer di dunia. Kita mengenal yoghurt dan kefir dari dunia barat. Bahkan keju juga termasuk contoh makanan fermentasi yang diperoleh dari peragian susu.

    Selain di dunia masakan international, Indonesia juga mengenal sejumlah makanan fermentasi dari susu seperti dadih khas Minangkabau dan dangke khas Minahasa.

    Susu memang dikenal kaya akan mineral dan protein. Dengan sentuhan fermentasi, baik dengan bakteri maupun peragian, maka susu akan memiliki nilai nutrisi lebih baik bagi tubuh.

    Karena proses fermentasi pada susu akan memecah komponen protein dan lemak sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Sejumlah komponen lemak jenuh dalam susu akan diubah menjadi asam lemak yang lebih sehat. Belum lagi penambahan komponen probiotik yang akan meningkatkan kultur mikroba dalam usus.

  • Fermentasi dari Pati

    Fermentasi jenis ini sebenarnya memang cukup banyak dikenal di Indonesia, dan tidak terlalu populer di dunia barat. Kita mengenal tape yang dibentuk dari proses fermentasi makanan dengan kandungan pati seperti ketan dan singkong.

    Pada masyarakat Asia sendiri dikenal metode pembuatan cuka dan tuak yang diperoleh dari proses fermentasi cairan rebusan makanan mengandung pati, seperti di Indonesia juga dikenal dengan sebutan brem.

    Metode ini memang melibatkan bakteri tertentu yang baik untuk pencernaan. Selain menambahkan kultur bakteri dalam sajian, metode ini juga akan menambahkan komponen gula alkohol dalam makanan atau minuman.

    Selain pembuatan tape, kita juga mengenal metode fermentasi lain dari singkong yang dikenal dengan sebutan gaplek. Proses ini dengan menambahkan ragi jamur pada singkong hingga membentuk makanan padat yang memiliki tekstur berbeda dari singkong biasa.

  • Fermentasi Produk Hewani

    Selain sayuran, buah dan makanan dengan zat pati, rupanya kita juga mengenal makanan fermentasi dari daging dan ikan-ikanan. Di Indonesia kita mengenal terasi dan cairan bekasan khas dari Indonesia Timur. Keduanya terbentuk dari proses fermentasi dari produk laut.

    Selain itu kita juga mengenal makanan fermentasi daging merah seperti salami. Cara ini juga akan menambahkan komponen bakteri sehat dalam daging merah sekaligus membantu meningkatkan daya serap tubuh terhadap komponen protein dalam daging.

  • Fermentasi Lain

    Sejumlah bahan lain juga acapkali digunakan untuk membuat makanan fermentasi. Kita mengenal tempoyak yang dibuat dari proses fermentasi buah durian. Juga dikenal minuman anggur yang dibuat dari proses fermentasi buah anggur. Juga diketahui minuman kombucha yang terbuat dari proses fermentasi jamur pada daun teh.

makanan fermentasi - cara menghindari kanker - resiko kanker

Fermentasi Susu

Cara menghindari Kanker dengan Makanan Fermentasi

Pada dasarnya, makanan fermentasi mengandung mikroba sehat, termasuk bakteri yang akan membantu memperbaiki keseimbangan kadar bakteri sehat dalam pencernaan.

Selain itu, makanan fermentasi diketahui juga memiliki efek anti bakterial. Juga diketahui membantu meningkatkan kadar anti oksidan dan anti karsinogen dalam tubuh. Sebagaimana dijelaskan dalam Frontiers of Microbiology tahun 2016.

Dan karenanya, makanan yang mengandung probiotik ini memiliki efek menurunkan resiko kanker. komponen probiotik di dalamnya akan bekerja sebagai anti kanker. Cukup banyak riset yang dapat menguatkan fakta mengenai kemampuan makanan fermentasi sebagai cara menghindari kanker dan mengatasi kanker.

Seperti pada Food Science and Biotechnology tahun 2015, yang menunjukan manfaat kimchi dan sejumlah makanan fermentasi lain sebagai cara menghindari kanker. Riset terhadap fermentasi kedelai juga menunjukan hasil senada seperti pada Journal of Applied Biological Chemistry tahun 2017.

Produk fermentasi susu juga memiliki kemampuan menurunkan resiko kanker sebagaimana dijelaskan dalam Medical Oncology tahun 2017. Dalam respirotery IPB tahun 2017, diketahui pula beberapa jenis tape memiliki manfaat menurunkan resiko kanker.

Tetapi, bagaimana sebenarnya cara kerja dari makanan fermentasi ini? Apa pengaruhnya yang dapat mempengaruhi penurunan resiko kanker? Berikut adalah penjabaran 5 manfaat makanan fermentasi untuk menghindari kanker.

  • Makanan Fermentasi Memperbaiki Fungsi Pencernaan

    Ada begitu banyak tempat dalam tubuh kita yang menjadi rumah dari banyak mikroba. Tetapi pencernaan adalah bagian terpenting dimana mikroba berperan paling besar.

    Mikroba berperan sanat besar untuk membantu proses pencernaan, proses kimiawi dari makanan untuk lebih mudah diserap tubuh dan juga berperan dalam proses pembusukan makanan untuk menjadi feses.

    dapat dikatakan, bahwa fungsi pencernaan akan bergantung pada sebaik apa kualitas dan kuantitas dari bakteri dan mikroba lain di dalamnya. Dan sejumlah gangguan pencernaan dapat pula dikaitkan dengan kondisi biota yang hidup dalam pencernaan.

    Sebagaimana dijelaskan bahwa karena sejumlah kondisi biota sehat dalam pencernaan dapat berkembang menjadi biota jahat. Kadang jumlah biota baik tak mencukupi untuk menjaga kualitas kinerja pencernaan kita.

    Padahal tanpa pencernaan yang baik, kita akan gagal menyerap nutrisi dari makanan dengan optimal. Tanpa pencernaan yang sehat kita akan kesulitan mencukupi kebutuhan nutrisi dan energi.

    Tubuh membutuhkan mikroba untuk menyerap protein dan lemak, membutuhkan mikroba pula untuk membantu proses penyerapan vitamin K, vitamin B12, vitamin B7 dan lain sebagainya. Mikroba juga bekerja pada penyerapan magnesium dan zink.

    Dan tanpa bantuan mikroba dalam usus pula kita akan kesulitan untuk menyerap fitokimia dari produk botani dengan optimal. padahal fitokimia ini banyak berperan sebagai anti oksidan dan sebagai DNA perlindungan. Pada akhirnya ini akan menjadi cara menghindari kanker yang efektif.

    Sebagaimana dijelaskan dalam Nutritional Journal tahun 2004, fakta menunjukan penyerapan nutrisi yang baik akan membantu meningkatkan ketahanan tubuh kita. Termasuk ketahanan terhadap resiko kanker.

    Dan jelas ini menunjukan pentingnya kita menjaga kesehatan fungsi pencernaan kita dengan mengonsumsi makanan fermentasi. Karena makanan fermentasi akan membantu kita memastikan tubuh kita tidak kekurangan biota baik.

  • Makanan Fermentasi Menguatkan Imunitas

    Ada kaitan kuat antara probiotik dalam tubuh dengan fungsi imunitas. Bahwa semakin baik kondisi probiotik dalam pencernaan akan semakin efektif meningkatkan kualitas fungsi imunitas.

    Menurut Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2014, probiotik rupanya dapat menjadi stimulan dari sistem daya tahan tubuh. Dikatakan probiotik memiliki efek menstimulasi kemampuan respon dari sel-sel imunitas, termasuk sel Natural Killer(NK), antigen, sel T dan sel B.

    Karena alaminya, tubuh akan meningkatkan keaktifan sistem imunnya ketika ditemukan sel-sel asing masuk ke dalam tubuh. Reaksi aktivasi ini muncul ketika sejumlah komponen probiotik baru masuk ke dalam tubuh.

    Meski lantas ditemukan bahwa probiotik ini tidak menyebabkan efek abnormal pada tubuh, efek aktivitasi tadi sudah muncul dan menyebabkan sel sel pada sistem imunitas kita menjadi lebih sensitif terhadap kondisi-kondisi yang mengarah pada perkembangan abnormal.

    Inilah yang kemudian menyebabkan probiotik efektif meningkatkan manfaat imunitas. Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik akan membantu tubuh kita lebih efektif melawan sel-sel abnormal dan efektif pula menurunkan resiko kanker.

  • Makanan Fermentasi Baik untuk Metabolisme

    Sejumlah masalah pada sistem metabolisme akan menjadi pemicu naiknya resiko kanker. Sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Genes and Development tahun 2012.

    Gangguan metabolisme sendiri adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi energi dengan efektif dan mencukupi. Ini dapat disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh memproduksi cukup enzim untuk membantu mensekresi nutrisi sehingga dapat diserap tubuh. Juga dapat disebabkan oleh gangguan pada fungsi organ seperti hati atau usus yang mengganggu proses metabolisme.

    Melemahnya fungsi metabolisme akan menyebabkan sel-sel mulai mengalami gangguan untuk menjalankan fungsinya. Ini dapat mengganggu kinerja sel bahkan memicu sel membentuk perilaku abnormal demi dapat bertahan hidup dan memperoleh energi.Aktivitas abnormal inilah yang kemudian dapat menjadi alasan peningkatan resiko kanker.

    Di sisi lain metabolisme yang terganggu menyebabkan sejumlah komponen glukosa dan protein tidak terpakai. Ini membuka peluang bagi sel-sel kanker berkembang. Karena kanker akan sangat membutuhkan kedua komponen ini untuk tumbuh.

    Makanan kaya probiotik adalah jawaban dari masalah ini. Karena terbukti sejumlah penyebab gangguan metabolisme dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan probiotik. Sebagaimana dijelaskan dalam Diabetes and Metabolism Journal tahun 2015, bahwa makanan fermentasi akan membantu memperbaiki fungsi metabolisme.

  • Makanan Fermentasi Menurunkan kesamaan Inflamasi

    Inflamasi adalah salah satu penyebab terjadinya kanker. dan kanker sendiri juga dapat memicu terbentuknya inflamasi kronis yang sulit untuk diatasi. Ini adalah lingkaran yang sulit untuk diurai.

    Karenanya salah satu cara menghindari kanker yang efektif adalah dengan meningkatkan agen anti inflamasi dalam tubuh. Sebagaimana dijelaskan dalam Irish Journal of Medical Science tahun 2017, bahwa masalah inflamasi yang tidak teratasi adalah salah satu penyebab utama peningkatan resiko kanker.

    Probiotik ternyata juga berperan dalam meningkatkan agen anti inflamasi dalam tubuh. Menurut jurnal Nutrients tahun 2017, meningkatkan kadar probiotik dalam tubuh akan sangat efektif mengurangi peradangan.

    Sedang menurut The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2016, probiotik memiliki kemampuan melepas senyawa yang mempengaruhi reaksi tubuh terhadap komponen pendorong inflamasi.

  • Makanan Fermentasi Meningkatkan Anti Oksidan

    Tak banyak yang mengetahui besarnya peran makanan fermentasi dan probiotik di dalamnya dalam meningkatkan kadar anti oksidan dalam tubuh. sementara kita tentu memahami betul semakin tinggi kadar anti oksidan dalam darah semakin rendah resiko kanker seseorang.

    Alasan pertama naiknya kadar anti oksidan karena probiotik adalah karena probiotik meningkatkan daya serap sistem pencernaan terhadap komponen fitokimia pada makanan. Fitokimia adalah senyawa kimiawi dalam makanan yang dapat bekerja sebagai anti oksidan.

    Sedang alasan kedua karena terbukti bahwa probiotik sendiri adalah anti oksidan. Dijelaskan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2015, sejumlah bakteri dapat melepas senyawa kimia yang dapat berfungsi sebagai anti oksidan. Sedang sejumlah bakteri lain dapat menghasilkan senyawa kimia yang menjadi stimulan gutathione.

    Glutathione adalah jenis anti oksidan yang secara alami dibentuk oleh sel-sel tubuh. glutathione berperan sebagai komponen penting dalam cara menghindari kanker. karena senyawa ini bekerja sebagai DNA perlindungan dan melindungi sel induk tubuh kita.

makanan fermentasi - cara menghindari kanker - resiko kanker

Tempe (sumber: okezone)

Mungkinkah Ada Bahaya dari Makanan Fermentasi?

Sejumlah reaksi memang acapkali muncul pada mereka yang over sensitif terhadap makanan probiotik. Ini karena rasa khusus yang muncul pada makanan fermentasi acapkali menimbulkan reaksi khusus pada yang sensitif.

Beberapa kasus reaksi terhadap makanan fermentasi juga berkaitan dengan respon tubuh terhadap histamin. Seharusnya probiotik membantu menurunkan reaksi tubuh terhadap histamin sehingga menghindari inflamasi.

Pada beberapa orang probiotik justru menyebabkan tubuh membentuk lebih banyak histamin dan menyebabkan sejumlah keluhan seperti mual, diarea, sakit perut, asma dan lain sebagainya.

Mungkinkah Makanan Fermentasi Menyebabkan Kanker?


Ada sejumlah klaim yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan fermentasi berlebihan akan memicu peningkatan resiko kanker, terutama pada mereka yang sensitif. Hal ini sebenarnya perlu untuk diluruskan.

Pada dasarnya makanan fermentasi adalah asupan aman bagi tubuh. Hanya sejumlah orang memiliki sensitivitas tinggi terhadap komponen asam pada makanan fermentasi, atau sensitif terhadap reaksi probiotik terhadap histamin.

Pada kondisi ini, seseorang dapat cukup rentan mengalami inflamasi yang bila tidak ditindak lanjuti akan menyebabkan peningkatan resiko kanker.

Dugaan lain adalah kemungkinan bahwa makanan fermentasi yang seharusnya hanya mengandung probiotik sehat justru terkontaminasi oleh sejumlah bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan efek infeksi berat seperti Polybacter pylori. Bakteri inilah yang kemudian menyebabkan peningkatan resiko kanker.

Bagaimanapun, fakta telah membuktikan bahwa makanan fermentasi memiliki manfaat demikian besar untuk cara menghindari kanker. Probiotik sangat efektif menurunkan resiko kanker dari berbagai sisi.

Hanya saja pastikan untuk mengonsumsi makanan probiotik ini dengan moderat dan selalu pastikan makanan probiotik ini disimpan dengan baik sehingga tidak terkontaminasi bakteri jahat yang berbahaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here