Tahukah Anda, ternyata rumah sakit kanker di Indonesia cukup terkenal? Sampai tingkat tertentu Anda tak perlu jauh-jauh pergi keluar negeri untuk mengobati kanker yang dialami oleh penderitanya. Walau demikian masih banyak orang yang cenderung memilih pengobatan di luar negeri. Entah karena merasa bahwa kualitas pengobatan di luar negeri lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Atau, karena lebih banyak sarana pengobatan kanker yang dapat mereka jalani disana. Apapun pilihannya, itu adalah hak setiap manusia yang perlu dihargai. Bagaimana dengan Anda?

Dalam artikel ini Anda akan melihat beberapa daftar rumah sakit yang tersedia hingga tahun 2018 – tentunya masih akan terus meningkat, khususnya dalam mengatasi kanker. Apa saja fasilitas yang tersedia di rumah sakit kanker? Berapa banyak rumah sakit kanker di Indonesia? Adakah potensi kembali sehat dari kanker yang Anda alami? Serta alasan lain mengapa beberapa orang memilih pengobatan kanker di luar negeri. Perlu diketahui artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak bermaksud untuk menguntungkan atau merugikan pihak manapun. Ayo kita selidiki lebih jauh dalam artikel berikut ini.

Melirik Kondisi Rumah Sakit Kanker di Indonesia

Memang banyak orang cenderung memilih untuk pergi ke Singapura guna mendapatkan pengobatan kanker yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun, bagaimana dengan Indonesia? Secara khusus, Rumah Sakit Kanker di Indonesia hanya ada 2 saja. Diharapkan kedepannya, Indonesia memiliki lebih banyak rumah sakit kanker.

Mengingat penderita kanker di Indonesia tidaklah sedikit, dibutuhkan bantuan ekstra yang sama seperti penderita penyakit berat lainnya. Bagaimana dengan rumah sakit lainnya? Apakah itu berarti bahwa penderitanya tidak dapat melangsungkan pengobatan kanker di rumah sakit lain?

Tidak demikian, sampai tingkat tertentu rumah sakit umum dapat jadi membantu pasien dalam mengatasi kanker stadium awal. Namun pada stadium lanjut dan tingkat yang parah atau saat terjadi komplikasi, mau tidak mau penderita kanker harus menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kanker di Indonesia – hingga ke luar negeri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari salah satu situs berita kesehatan ‘detik.com’. Setidaknya ada 70% pasien dari Indonesia yang melangsungkan pengobatan di Singapura. Hal ini dikarenakan faktor fasilitas kesehatan yang tidak memadai pada saat itu. Namun, kini banyak rumah sakit yang berupaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas guna menyelamatkan pasien dari serangan kanker.

Rumah Sakit Kanker Siloam


Rumah Sakit Siloam merupakan rumah sakit milik swasta yang semula berlokasi di area Lippo Village Tanggerang. Ini merupakan hasil kerjasama antara Rumah Sakit Gleaneagles dan Lippo Group. Sehingga awalnya disebut sebagai Rumah Sakit Siloam Gleaneagles yang didirikan pada lepas 3 Agustus 1996.

Belakangan rumah sakit ini memperoleh akreditasi internasional pada tahun 2007, 2010 dan 2013. Hal ini dilakukan oleh lembaga akreditasi Joint Commision Internasional Accreditation. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari situs resmi Rumah Sakit Siloam di ‘siloamhospitals.com’.

Salah satu rumah sakit siloam ialah Moctar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals yang diresmikan pada lepas 7 Juli 2011 oleh Presiden Republik Indonesia yang keenam Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono.

Rumah sakit ini memiliki pesawat Linear Accelarator dengan kemampuan teknik Rapid arc ataupun volumetric arc therapy. Alat ini tergolong baru di Indonesia dan berfungsi layaknya mesin scan seluruh tubuh yang tergolong langka.

Rumah Sakit Kanker Siloam

Sumber Gambar – Google

Menariknya, rumah sakit ini berhasil menangani beberapa kasus kanker tulang, kanker payudara pada pria dan wanita. Ada beberapa jenis kanker lainnya, seperti; kanker sistem pencernaan (kanker usus, kanker pankreas, kanker hati, kanker rektum dan kanker esofagus), kanker sistem pengeluaran (kanker ginjal, kanker prostat dan kanker kandung kemih), kanker ginekologi (kanker rahim dan kanker serviks), kanker kepala dan leher (kanker tenggorokan, kanker mulut dan kanker lidah), kanker paru-paru, kanker pada anak, kanker kulit sel basal dan sel skuamosa.

Sedangkan untuk perawatan dan pelayanan rumah sakit ini menyediakan pemeriksaan dan diagnosa kanker menggunakan PET Scan dan SPECT-CT Scan. Perawatan kemoterapi dan radiasi juga dapat diterapkan dirumah sakit ini.

Sehubungan dengan radiasi onkologi ini termasuk; Brakiterapi, Pembedahan dengan Pisau Gamma, Terapi Radiasi (Radioterapi eksternal dan internal), Terapi Radionuklida, Terapi RadioImmuno, dan Terapi Radiopeptida. Pembedahan kanker dan perawatan paliatif bagi penderita kanker stadium lanjut juga tersedia dirumah sakit ini.

Rumah Sakit Kanker Dharmais


Rumah Sakit Dharmais merupakan rumah sakit milik pemerintah Indonesia yang berlokasi di kota Jakarta. Berdasarkan situs resmi Rumah Sakit Dharmais di ‘dharmais.co.id’ – diketahui bahwa rumah sakit ini diresmikan pada lepas 30 Oktober 1993 oleh Presiden Republik Indonesia kedua Bpk. H.M. Soeharto. Belakangan rumah sakit ini ditunjuk sebagai Pusat Kanker Nasional di Indonesia yang dibawahi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bagaimana dengan tim kerja dirumah Sakit Dharmais, setidaknya ada 13 tim kerja yang khusus menangangi kanker. Mulai dari Kanker Anak, Kanker Ginekologi, Kanker Kulit, Kanker Mata, Kanker Payudara, Kanker THT, Kanker Urologi, Kanker Kepala Leher, Kanker Paru dan Thoraks, Kanker Muskuloskeletal, Kanker Darah dan Sistem Limfoid, Kanker Hati dan Saluran Cerna, serta Kanker Susunan Syaraf Pusat dan Susunan Syaraf Tepi. Tentu saja, para dokter yang ada dalam jajaran tim kanker, sudah terlatih dengan baik.

Rumah Sakit Kanker Dharmais

Sumber Gambar – Google

Ada beberapa keunggulan dalam pelayanan di rumah Sakit Dharmais, mulai dari teknologi diagnosik modern PET dengan CT/MRI guna menghasilkan gambar anatomi serta metabolisme sel. Sekaligus pemeriksaan secara molekular.

Rumah sakit ini juga dikenal dengan pelayanan unggulan dalam mengatasi limfedema, yakni pembengkakan di lengan atau tungkai kaki karena penyumbatan pada sistem limfatik. Selain itu, rumah sakit ini memiliki Laboratorium Patologi Klinik, guna mendukung pemeriksaan dan pemantauan kesembuhan kanker.

Satu lagi keunggulan dari rumah sakit ini yaitu dalam hal rekonstruksi payudara karena serangan kanker. Metode Breast Conserving Treatment (BCT) serta Sentinel Node mekanisme (SLNP) mampu meminimalisasi akibat kerugian dalam hal keindahan payudara tanpa mengurangi kemungkinan sembuh dari serangan penyakit.

Kasus Kembali Sehat dari Serangan Kanker

Kanker merupakan penyakit yang harus memperoleh penanganan ketat, selama penyakit masih ada dalam tubuh penderitanya. Begitu juga dengan pengobatannya. Secara medis, terapi kanker cukup memakan waktu lama dengan harga obat yang relatif mahal. Sehingga banyak yang mencoba beralih dengan menggunakan pengobatan alternatif, salah satunya ialah herbal.

Memang herbal digunakan, bahkan dianjurkan oleh dokter untuk menghadapi penyakit kanker. Namun ketahuilah bahwa herbal hanyalah bersifat mendukung dan menunjang pengobatan kanker. Perlu di ingat bahwa pengobatan alternatif bukanlah pengganti pengobatan yang seharusnya dijalani.

Pada 27 Juni 2012, dr Aldrin Neilwan P,MD. MARS, M.Biomek, M.Kes, SpAK, Kepala Unit Complementary Alternative Medicine (CAM) Rumah Sakit Kanker Dharmais mengatakan ‘Dalam pengobatan kanker, herbal adalah terapi pendukung yang harus berbasis penelitian dengan bahan baku yang sudah teregisterasi di BPOM, memiliki data keamanan, juga melalui seleksi penelitian farmasi’.

Herbal sifatnya menunjang guna mengatasi gejala yang timbul setelah terapi kanker dilakukan. Misalnya; meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antioksidan, hingga gangguan makan dan tidur. Pengobatan herbal merupakan pilihan pasien sebagai penunjang guna meningkatkan kualitas hidup – dikutip dari ‘detik.com’.

Demikianlah informasi seputar Rumah Sakit Kanker di Indonesia, beserta dengan fasilitas dan pelayanan yang dapat diperoleh hingga saat ini. Kembali sehat dari serangan kanker merupakan hal yang dapat Anda rasakan dan masih dimungkinkan. Hal ini bergantung pada banyak faktor, mulai dari pola hidup dan metode pengobatan yang Anda jalani. Jika Anda mengalami kanker janganlah menyerah, penelitian membuktikan bahwa orang yang memiliki semangat hidup dapat bertahan menghadapi penyakit yang dialaminya dengan lebih optimis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here