Doktersehat-diabetes-melitus-tipe-2

DokterSehat.Com– Diabetes termasuk dalam penyakit yang sulit untuk dideteksi kedatangannya. Banyak penderitanya yang baru menyadari adanya penyakit ini tatkala kondisinya sudah sangat parah. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada gejala khas dari diabetes yang patut untuk kita curigai, yakni meningkatnya frekuensi buang air besar dalam sehari.

Biasanya, peningkatan frekuensi buang air kecil ini terjadi di malam hari meskipun di siang hari juga terjadi hal yang serupa. Hanya saja, saat di malam hari, peningkatan ini sangat terasa karena dapat membuat penderitanya sering terbangun saat tidur malam hanya demi pergi ke toilet untuk melakukannya.

Normalnya, orang dewasa akan mengeluarkan air seni sebanyak 1-2 liter saja setiap hari, namun, penderita diabetes akan mengalami kondisi poliura, kondisi yang membuat tubuh mengeluarkan urine jauh lebih banyak, yakni mencapai 3 liter setiap hari. Gejala ini dapat terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan 2 dan dapat memicu kehilangan cairan tubuh berat yang akhirnya berimbas pada kerusakan ginjal.

Kondisi peningkatan frekuensi buang air kecil ini disebabkan oleh kadar gula dalam darah yang sangat tinggi. Karena tak dapat diolah oleh tubuh dengan maksimal, maka kelebihan kadar gula dalam darah ini akhirnya membuat tubuh membutuhkan cairan lebih banyak demi mengeluarkannya dari tubuh melalui urine.

Sebenarnya, kondisi poliura ini juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya seperti diare kronis, kehamilan, penyakit ginjal, hingga gagal hati. Hanya saja, khusus untuk yang menandakan diabetes, penderitanya akan mengalami sensasi seperti tubuh yang sangat lelah setelah makan, mudah lapar meski baru saja mengonsumsi makanan sebelumnya, rasa haus yang berlebihan, dan pandangan mata yang menurun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here