Terakhir Diedit:

Tidak banyak yang tau dengan tanaman obat Dlingo. Meski sebenarnya tanaman ini sudah berabad-abad dikenal sebagai salah satu herbal yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Penyebutan dlingo sendiri lebih dikenal di kawasan Jawa. Dalam bahasa Melayu, tanaman ini disebut dengan nama jerangau atau jeringau.

Sedang secara internasional, tanaman ini dipangggil calamus, diambil dari nama latin dari tumbuhan perdu ini, Acorus calamus. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu herbal ayurveda dengan nama ugragandha dan juga lazim dimanfaatkan dalam pengobatan tiongkok.

Secara tradisional Jawa, dlingo justru lebih dikenal memiliki kemampuan mistis untuk mengusir roh halus yang mengganggu. Keyakinan ini muncul dapat jadi karena aroma khas dari daun dari tanaman ini beraroma wangi. Karena aroma wanginya ini pula dalam dunia modern jeringau sering dijadikan bahan baku parfum.

Lepas dari sejumlah pemanfaatan dlingo tadi, rupanya tanaman obat ini juga menyimpan sederet manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Kita akan mencoba mengupas, apa saja yang terkandung dalam tanaman jeringau ini dan apa pula manfaat dari herbal ini tubuh tubuh kita.

Apa Itu Tanaman Dlingo?


Tanaman dlingo adalah sejenis tanaman perdu dengan bentuk daun memanjang menyerupai pandan. Daunnya merumpun berbentuk lanset, keras, panjang meruncing dengan panjang mencapai maksimal 60 cm dan lebar hingga 5 – 6 cm.

Dlingo memiliki rimpang rizhoma pada akarnya. Rimpang berukuran relatif kecil dan berbentuk deretan ruas memanjang dengan tunas-tunas, berukuran sekitar 1 – 3 cm. Rimpang berwarna coklat muda ini juga diketahui beraroma harum.

Pada musim tertentu tanaman obat ini juga berbunga. Bentuk bunga beragam berbentuk panjang seperti bongkol dengan buliran di permukaan. Biasanya bunga akan tumbuh dari sisi ketiak daun. Bila di potong, sisi dalam bunga juga berwarna harum.

Komponen Nutrisi Dalam Jeringau (Dlingo)

Komponen utama dari jeringau ini adalah sejumlah unsur fitochemical yang berperan sebagai anti oksidan. Beberapa merupakan unsur oil seperti atsiri dan beberapa komponen oil dalam kadar kecil seperti asarone, eugenol, acorone dan masih banyak lagi. Komponen tannin, saponin, caempherol, sequesterpenin juga menjadi beberapa unsur anti oksidan dalam dlingo.

Dikatakan asarone adalah salah satu komponen dalam dlingo yang menjadi perhatian. Dlingo memiliki efek pestisida alami yang dihasilkan oleh beta asarone. Unsur ini juga menjadi salah satu penghasil aroma wangi dari tanaman ini. Beberapa pakar melihat bahwa dalam kadar berlebihan beta asarone dapat bersifat karsinogen.

Dalam tanaman obat ini juga terkandung komposisi serat polisakarida. Ini adalah jenis serat larut air yang membantu menjaga kelancaran fungsi pencernaan. Ini mengindikasikan adanya manfaat jeringau ini untuk kesehatan pencernaan.

Apa Saja kegunaan Tanaman Obat Dlingo?


Meski memang diakui secara medis, adanya aspek penting yang perlu dikhawatirkan mengenai tanaman obat ini. Dlingo masih menjadi tanaman obat yang kaya akan kegunaan. Tanaman ini diketahui memiliki kegunaan untuk kesehatan dan sudah dimanfaatkan oleh teknik pengobatan tradisional di India, Cina, Eropa dan Indonesia.

Sejumlah riset juga sudah dikembangkan untuk melihat potensi kegunaan herbal dari tanaman ini. baik itu dari rimpangnya maupun dari daunnya.  Dan beberapa kegunaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

Membantu memperbaiki konsentrasi

Meski dikatakan berbahaya, unsur beta asarone dalam tanaman obat ini memiliki efek cukup kuat pada sistem kerja neurotransmittion. Beberapa pakar herbal menggunakan dlingo untuk membantu mendorong kemampuan kognitif, kemampuan memori dan daya tangkap.

Sebuah riset terhadap tikus dengan memberikan 12,5 mg beta asarone selama 28 hari menunjukan adanya progress pada kemampuan kognitif tikus. Bahkan terapi ini diduga kuat memberi efek stimulan mempercepat perbaikan sel neuro yang rusak akibat efek stress atau usia.

Mengatasi depresi

Salah satu manfaat utama  dari terapi dengan jeringau adalah membantu kesehatan dan pemulihan sistem saraf. Dan salah satunya adalah membantu mengatasi depresi.  Ada unsur-unsur dalam dlingo yang bekerja sedatif untuk menenangkan saraf-saraf pada pasien depresi. Sedang unsur-unsur lain membantu menstimulasi proses perbaikan fungsi otak yang terserang akibat depresi.

Sebuah riset yang dilakukan pada tikus menunjukan pemberian suntik 50 mg ekstraksi calamus ini selama 7 hari memberikan hasil positif pada ketahanan tikus terhadap tekanan. Sejumlah komposisi hormonal dari tikus di test dalam beberapa hari untuk menguji perubahan hormonal yang menjadi indikasi stress dan depresi.

Sebagai anti inflamasi, pereda nyeri dan demam

Ekstraksi dari dlingo memiliki efek positif sebagai anti inflamasi. Sejumlah riset menunjukan adanya  pengaruh dlingo terhadap unsur sel darah putih yang bekerja mendorong terbentuknya inflamasi. Ini membantu menghambat stimulasi terhadap sel darah putih untuk membentuk inflamasi. Sehingga juga mempercepat proses penyembuhan luka dan tukak.

Selain itu, jeringau juga mengandung unsur anti piretik dan unsur analgesik. Membantu mengurangi rasa nyeri dan meredakan demam. beberapa pakar melihat potensinya sebagai analgesik memiliki kekuatan mendekati sejumlah terapi anti nyeri medis.

Perpaduan antara beberapa unsur kimia seperti sequesterpenes sebagai anti spasmodik dan tannin sebagai astringent dan beberapa unsur fitokimia lain diduga kuat ada dibelakang kemampuan dlingo ini.

Kemampuan anti inflamasi dan anti nyeri ini yang kemudian menjadikan tanaman obat ini banyak dimanfaatkan untuk terapi nyeri sendi, migrain dan beberapa keluhan otot. Secara tradisional terapi dengan dlingo dikenal  pula baik untuk tipus.

Baik untuk lambung

Dlingo banyak dimanfaatkan untuk membantu meredakan rasa kembung dan mual. Secara realitas terapi ini akan menyebabkan seseorang mudah kentut mengeluarkan kelebihan gas dalam rongga perut.

Kandungan terpenes dalam jeringau ini memang dikenal bekerja sebagai agen karminatif yang akan menstimulasi sistem usus seseorang mendorong gas berlebih keluar dari dalam perut. Kinerjanya justru dengan memberi efek relaksasi pada otot usus sehingga memudahkan gas yang terjebak dalam usus keluar.

Beberapa pakar melihat efek karminatif ini akan membantu pula mengatasi keluhan usus dan lambung. Mengingat dalam calumus ini tersimpan efek anti inflamasi. Pada umumnya efek karnimatif juga dilengkapi dengan kemampuan untuk meregulasi kerja usus. Diduga kuat inilah yang memungkinkan dlingo dimanfaatkan secara tradisional untuk terapi tipus.

Meski tidak terlalu banyak komposisinya, unsur polisakarida dalam jeringau juga dapat membantu melancarkan pencernan. Membantu memperbaiki kadar bakteri normal dalam pencernaan dan membantu mengatassi sembelit.

Baik untuk keseimbangan hormonal

Mengonsumsi ramuan dlingo rupanya baik untuk membantu meningkatkan produksi hormon dophamin, salah satu hormon yang bekerja sebagai anti stress. Ini masih berkaitan dengan masalah depresi.

Tetapi kinerja dlingo juga terlihat pada regulasi hormonal secara keseluruhan. Konsumsi tanaman obat ini dalam jangka pendek memberi manfaat terhadap regulasi  jadwal menstruasi dan membantu memperbaiki masalah seks ringan.

Baik untuk pegal-pegal dan masuk angin

Secara tradisional tanaman ini dimanfaatkan sebagai minuman hangat, dicampur dengan sejumlah rempah lain seperti jahe dan cengkeh untuk meredakan rasa masuk angin dan pegal-pegal. Terbukti terapi sederhana ini membantu seseorang berkeringat lebih banyak dan merasa lebih hangat.

Sebenarnya, secara medis efek berkeringat pasca mengonsumsi ramuan dlingo disebabkan oleh efek diaforetik. Ini adalah kemampuan herbal untuk mendorong kinerja sel-sel bermetabolisme tinggi hingga tubuh terasa hangat, aliran darah meningkat dengan melebarkan saluran pembuluh darah dan membantu menghasilkan lebih banyak keringat.

Keringat yang keluar lebih banyak dari biasanya. Dan ini sangat membantu meredakan efek tidak enak badan serta lelah. Ini karena keringat turut menjadi jalan keluar sejumlah sisa dan unsur oksidan yang terendap dalam tubuh.  Unsur sisa dan oksidan ini kadang menjadi penyebab sirkulasi darah dalam tubuh tidak lancar.

Baik untuk pasien epilepsi dan autis

Karena memiliki efek anti spasmodik dan membantu meningkatkan produksi hormon-hormon stress seperti dophamin dan serotonin, maka terapi dengan tanaman herbal ini juga sering dilakukan untuk pasien epipepsi dan penderita serangan panik. Biasanya terjadi pada pasien autis dan pasien dengan kondisi mental disorder.

Terapi akan membantu mengurangi kesamaan untuk mengalami ketegangan, membantu pasien merasa relaks dan nyaman. Ini akan membantu menghindari pasien kumat mengalami kejang atau serangan panik.

Baik untuk kardiovaskular dan anti diabetes

Sebenarnya, tanaman obat ini memiliki kegunaan baik untuk sistem sirkulasi darah dan kinerja metabolisme. Hal ini sudah kami jelaskan sebelumnya. Bahwa dengan mengonsumsinya, metabolisme tubuh meningkat, pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lancar dan membantu tubuh merasa hangat dan berkeringat.

Proses ini membantu meningkatkan proses pembakaran unsur glukosa dalam darah dan pembakaran lemak tubuh. Sehingga menurunkan kadar glukosa darah. Ini yang kemudian dikatakan ada pengaruh anti diabetes dari dlingo.

Selain tentu dengan melebarnya pembuluh darah dan lancarnya sirkulasi darah, jantung tidak perlu memompa berlebihan untuk dapat menghantarkan darah menuju ke seluruh tubuh. Beban jantung yang berkurang akan membantu memelihara kesehatan kardiovaskular

Baik untuk penderita tidak bisa tidur

Terpenes sudah lama dikenal sebagai unsur sedatif. Beberapa komponen essensial oil dalam dlingo juga diduga kuat memberi efek relaksasi pada otot dan sistem saraf. Herbal ini juga membantu melancarkan produksi hormon-hormon anti stres seperti dophamin dan serotonin.

Ini semua bekerja sinergi membantu pasien yang sulit tidur merasa lebih relaks, nyaman dan membantu pasien untuk lebih mudah tidur. Efek penenang ini relatif efektif bahkan dikatakan  bekerja hampir sama efektifnya dengan beberapa jenis terapi tidak bisa tidur lain.

Baik untuk penderita asma

Asma terjadi akibat rongga tenggorokan mengalami penyempitan sehingga sirkulasi udara masuk dan keluar tidak lancar. Kondisi ini menyebabkan pasien sesak nafas dan merasakan himpitan kuat di dada dan leher.

Pada dasarnya asma adalah keluhan alergi. ketika terjadi reaksi autoimun tubuh terhadap unsur alergen tertentu yang memicu lapisan mukus atau lendir pada tenggorokan bereaksi berlebihan dan membengkak.

Berikutnya, akibat efek pembengkakan ini, pasien akan sulit untuk mengeluarkan udara dan menghirup udara. Tekanan yang didapat akibat efek sulit bernafas ini menyebabkan efek ketegangan saraf dan otot. Padahal, ketegangan ini memperburuk kondisi pasien dengan mempersempit saluran udara pada tenggorokan.

Terapi herbal dengan jeringau akan membantu memberi efek relaksasi pada otot tenggorokan. Memberi pertolongan pertama mengatasi penyempitan pada saluran pernafasan. Di sisi lain, jeringau juga bekerja pada sel darah putih, membantu mengurangi intensitas sinyal berlebihan yang memicu reaksi autoimun. Ini akan memberi manfaat pada keluhan alergi seperti asma.

menghindari kerusakan DNA

Pemberian terapi dengan ekstraksi jeringau pada tikus sekitar 1 jam sebelum gambaran radiasi gamma ternyata membantu memberi ketahanan khusus pada tubuh tikus dari efek radiasi dan kerusakan DNA.

perlindungan paling dominan ditemukan pada seluruh lapisan sel saraf dan otak. Tetapi juga bermanfaat menjaga ketahanan membran sel tubuh untuk memproteksi inti sel di dalamnya dari serangan radiasi.

Apa Efek Samping Jeringau?


Sudah kami sampaikan sebelumnya, akan adanya efek samping yang mungkin muncul karena mengonsumsi herbal calamus ini. berat dugaan karena unsur beta asarone dalam dlingo memiliki sifat karsinogen.

Ada sifat sebagai pestisida dalam unsur kimia ini, sehingga menurut Council of Europe Committee of Experts in Flavouring Substances  hanya boleh masuk ke dalam tubuh dalam kadar 0,0 5 ml untuk tiap kg berat badan. Sedang kadar beta asarone dalam rimpang calumus mencapai kisaran 0,1 % dari berat total.

Efek dari konsumsi unsur ini berlebihan atau berkepanjangan adalah halusinasi, kerusakan pada organ hati dan memberi efek karsinogen. Beresiko memicu sejumlah kanker seperti kanker pada usus. Efek samping lain adalah gangguan pada fungsi sel darah putih.

Beberapa produk suplemen yang mengandung dlingo memang diakui sudah menghilangkan unsur beta asarone. Hanya saja pemanfaatan secara tradisional masih perlu diperhatikan, karena takaran yang berlebihan dapat membahayakan.

Salah satu kasus yang banyak menjadi perhatian terjadi ketika seorang mengonsumsi 20 cm jeringau sekaligus dan mengalami gangguan seperti mual, lemas, kehilangan kesadaran dan mengalami gangguan leukositosis ringan.

tanaman obat jeringau

Sumber: wikimedia.org

Pengolahan Dlingo sebagai Herbal Tradisional


Meski dikatakan berbahaya, sebenarnya selama kita tidak mengonsumsi jeringau dengan berlebihan kita tidak akan mendapatkan efek bahaya. Kadar toksin dalam herbal ini relatif kecil dan baru memberi efek ketika kita mengonsumsinya berlebihan atau dalam jangka panjang.

Anda masih dikatakan aman mengonsumsi tanaman obat ini selama mengendalikan dosisnya dengan baik dan tidak mengonsumsinya terlalu sering. Masak rimpang jeringau dalam jumlah seruas saja untuk direbus dengan dalam 2 gelas air. didihkan sampai air beraroma harum angkat dan campurkan dengan gula. Cara ini sudah dianggap aman untuk konsumsi sehari.

Cara lain adalah dengan hanya memanfaatkan daun dlingo dan sama sekali tidak memanfaatkan rimpangnya. Karena rimpang mengandung komposisi beta asarone lebih tinggi.  ini dapat menekan efek samping lebih baik.

Beberapa pakar herbal juga menyarankan untuk memanfaatkan air mandi yang dicampur dengan rebusan dlingo untuk membantu memberi efek relaksasi paska beraktivitas. Aroma dan uap harum yang dihasilkan rebusan dari jeringau ini sudah memberi efek pada tubuh.  Tentu saja ini akan efektif sekali menghindar dari efek samping tanaman obat ini.

Sumber surat keterangan:

Peter Tzemis, BHSc. The Bodynutrition.org. The benefits and side effects of calamus (acorus calamus). https://bodynutrition.org/calamus/. Accessed: 2018-10-10. (Archived by WebCite®)

Kamal Patel. Examine.  Acorus calamus. https://examine.com/supplements/acorus-calamus/. Accessed: 2018-10-10. (Archived by WebCite®)

John Staughton. Organic Facts. 8 Best Benefits Of Calamus. https://www.organicfacts.net/calamus.html?&utm_source=internal&utm_medium=link&utm_campaign=home-page/. Accessed: 2018-10-10. (Archived by WebCite®)

Nurul Kuntarti

Seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang seksama, andal, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here